Jumat, 26 Oktober 2012

Artificial Intelligence

RATIH AYU WIDYASIH / 1A512082 / 4PA05 / SIP 5

SEJARAH ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Kecerdasan buatan termasuk bidang ilmu yang relatif muda. Pada tahun 1950-an para ilmuwan dan peneliti mulai memikirkan bagaimana caranya agar mesin dapat melakukan pekerjaannya seperti layaknya manusia. Alan Turing, seorang matematikawan Inggris pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknyasbuah mesin dikatakan cerdas. Hasil tes tersebut kemudian dikenal dengan, Turing Test, dimana mesin tersebut menyamar seolah-olah sebagai seseorang dalam suatu permainan yang mampu memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan. Turing beranggapan bahwa, jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin itu cerdas.

Kecerdasan buatan sendiri dimunculkan oleh seorang professor dari Massachusetts Institute of Technology yang bernama John McCarthy pada tahun 1956 pada Dartmouth Conference yang dihadiri oleh para peneliti AI. Pada konferensi tersebut juga didefinisikan tujuan utama dari Kecerdasan Buatan, yaitu : mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia.

Menurut John McCarthy, 1956, kecerdasan buatan adalah untuk mengetahui dan memodelkan proses- proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia. Bagian utama aplikasi berbasis kecerdasan buatan: Basis Pengetahuan (Knowledge Base), berisi fakta-fakta, teori, pemikiran, dan hubungan antara satu dg lainnya. Mesin Inferensi (Inference Engine), yaitu kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman atau aturan. Tujuan dari kecerdasan buatan : Membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apa itu kecerdasan, membuat mesin lebih bermanfaat. 

Menurut Raymond McLeod, Jr dan George P. Schell, 2008 kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah aktivitas penyediaan mesin seperti computer dengan kemampuan untuk menghasilkan perilaku yang akan dianggap sama cerdasnya dengan jika kemampuan tersebut ditampilkan oleh manusia. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan aplikasi computer yang paling canggih karena aplikasi ini berusaha mencontoh cara pemikiran manusia.

Beberapa program AI yang mulai dibuat pada tahun 1956-1966, antara lain :
  1. Logic Theorist, diperkenalkan pada Dartmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika.
  2. Sad Sam, diprogram oleh Robert K. Lindsay (1960), program ini dapat mengetahui kalimat-kalimata sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapan.
  3. ELIZA, diprogram oleh Joseph Weinzenbaum (1967). Program ini mampu melakukan terapi pada pasien dengan mengajukan beberapa pertanyaan.
Lingkup utama dalam Kecerdasan Buatan adalah :
  1. Sistem Pakar (Expert System). Disini komputer digunakan sebagai saran untuk menyimpan pengetahuan para pakar. Dengan demikian komputer akan memiliki keahlian untuk menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki oleh pakar.
  2. Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing). Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
  3. Pengenalan Ucapan (Speech Recognition). Melaluli pengenalan ucapan diharapakan manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara.
  4. Robotika dan Sistem Sensor (Robotics and Sensory System).
  5. Computer Vision, mencoba untuk dapat menginterpretasikan gambar atau obyek-obyek tampak melalui komputer.
  6. Intelligence Computer-aided Instuction.  Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar.
  7. Game Playing. 
Seiring dengan perkembangan teknologi, muncul beberapa teknologi yang juga bertujuan untuk membuat agar komputer menjadi cerdas sehingga dapat menirukan kerja manusia sehari-hari. Teknologi ini juga mampu mengakomodasi adanya ketidakpastian dan ketidaktepatan data input. Dengan didasari pada teori himpunan, maka pada tahun 1965 muncul Logika Fuzzy. Kemudian pada tahun 1975 John Holland mengatakan bahwa setiap problem berbentuk adaptasi (alami maupun buatan) secara umum dapat diformulasikan dalam terminologi genetika. Algoritma Genetika ini merupakan simulasi proses evolusi Darwin dan proses genetika atas kromosom.

ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN KOGNISI MANUSIA

Kata kognisi berasal dari Istilah Latin: cognoscere, “tahu”, “untuk konsep” atau “mengenali” mengacu pada kegiatan untuk memproses informasi, menerapkan pengetahuan, dan perubahan preferensi. Kemudian kognisi dapat didefinisikan sebagai proses bagaimana manusia melihat, mengingat, belajar dan berpikir tentang informasi. Penggunaan istilah bervariasi di berbagai disiplin ilmu, misalnya dalam psikologi dan ilmu kognitif, biasanya mengacu pada pandangan pengolahan informasi fungsi psikologis individu. Selain definisi tadi, ada definisi lain tentang kognisi yaitu kognisi adalah sesuatu yang dipercaya dapat mempengaruhi sikap kemudian mempengaruhi perilaku atau tindakan mereka terhadap sesuatu, Kemudian berkembang menjadi kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan.

Kognisi, atau proses kognitif, bisa alami atau buatan, sadar atau tidak sadar. Proses ini dianalisis dari perspektif yang berbeda dalam konteks yang berbeda, terutama di bidang linguistik, anestesi, neurologi, psikologi, filsafat, antropologi, systemics, ilmu komputer dan keyakinan. Dalam psikologi atau filsafat, konsep kognisi terkait erat dengan konsep-konsep abstrak seperti pikiran, kecerdasan, kognisi digunakan untuk merujuk pada fungsi mental, proses mental (pikiran) dan negara-negara entitas cerdas (manusia, organisasi manusia, mesin yang sangat otonom dan buatan kecerdasan).

Pikiran manusia adalah murni proses manusia, yang bahkan disentesis oleh mesin secara terpisah, tidak akan mampu diduplikasi oleh program – program AI. Kognisi manusia; bagaimana manusia melihat, mengingat, belajar dan berpikir tentang informasi, serta mengetahui bagaimana cara menyimpan dan mengeluarkan informasi sehingga manusia dapat membuat computer yang bekerja dan membantu manusia. Sedangkan Artificial Intelligence merupakan program intelegensi buatan yang dibuat oleh manusia dari proses berfikir. Hal ini merupakan proses dari penjelasan bagaimana manusia berfikir dan hasil memecahkan masalah, contoh dari AI ini adalah program Google yang dapat membantu manusia untuk mendapatkan informasi dan manfaat yang lebih banyak. 

ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN SISTEM PAKAR

Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli. Diharapkan dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.

Sistem pakar merupakan cabang dari Artificial Intelligence (AI) yang cukup tua karena sistem ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose problem solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newl dan Simon. Sampai saat ini sudah banyak sistem pakar yang dibuat, seperti MYCIN, DENDRAL, XCON & XSEL, SOPHIE, Prospector, FOLIO, DELTA, dan sebagainya (Kusumadewi, 2003).

Suatu sistem dikatakan sistem pakar apabila memiliki ciri-ciri sebagai         
berikut (Kusumadewi, 2003):
1.      Terbatas pada domain keahlian tertentu
2.      Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak pasti
3.      Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami
4.      Berdasarkan pada kaidah atau rule tertentu
5.      Dirancang untuk dikembangkan sacara bertahap
6.      Keluarannya atau output bersifat anjuran.

Tujuan pengembangan sistem pakar sebenarnya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.

Beberapa Sistem Pakar :
1. Eliza
Eliza adalah salah satu Sistem Pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah program komputer terapis yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum (1966) di MIT. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis. 
Berikut ini adalah contoh percakapan antara Eliza dengan seorang klien:
Eliza: Hello. I am ELIZA. How can I help you?
Salam. Saya adalah ELIZA. Bagaimana saya dapat membantu kamu?
Klien: My name is Kuncoro.
Nama saya adalah Kuncoro.
Eliza: I have told you before, I do not care about names.
Saya sudah menceritakan kepada kamu sebelumnya, saya tidak peduli tentang nama.
Klien: I don’t have any money. That’s my problem.
Saya tidak mempunyai uang. Itu adalah masalah saya.
Eliza: Why do you say your problem?
Mangapa kamu katakan masalah mu?
Klien: Because you asked me.
Sebab kamu bertanya saya.
Eliza: Do any other reasons not come to mind?
Lakukan tanggapan-tanggapan lain yang tidak ada anda pikirkan?
Klien: No.
Tidak ada.
Eliza: You are being a bit negative.
Kamu sedang sedikit kurang baik.
Klien: Why?
Mengapa?
Eliza: Please go on.
Silahkan diteruskan.
Klien: OK. I am bankrupt.
OK. Saya sedang bangkrut.
Eliza: How long have you been bankrupt?
Berapa lama kamu telah bangkrut?
Klien: A year.
Satu tahun.
Eliza: Please go on.
Silahkan diteruskan.
Klien: So, what should I do?
Maka, apa yang sebaiknya saya lakukan?
Eliza: Does that question interest you?
Apakah pertanyaan itu menarik perhatian kamu?
Klien: Yes, how can I make big money?
Ya, bagaimana saya dapat memperoleh uang banyak?
Eliza: You are sure?
Kamu yakin?
Klien: Of course I’m sure.
Tentu saja Saya yakin.
... etc.

2. PARRY

Parry adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan (1972) di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid. 

Berikut ini contoh respon Parry terhadap pertanyaan seorang psikiater yang menginterviunya.
Psikiater: Why are you in the hospital?
Parry: I shouldn't be here.
Psikiater: Who brought you here?
Parry: The police.
Psikiater: What trouble did you have with the police?
Parry: Cops don't do their job.
Psikiater: What do they do instead?
Parry: Cops arrest the wrong people.
Psikiater: They arrest the right ones sometimes
Parry: The law should get those Italian crooks.
Psikiater: Are you Italian?
Parry: My background is British but I was born in this country.
Psikiater: Do you know any Italian crooks?
Parry: I try to avoid the underworld. 

3. Net  Talk
Program ini dikembangkan oleh Sejnowki disekolah medis harvard  dan Rosenberg di Universitas Princeton. Dalam program ini, Net talk  membaca tulisan dan mengucapkannya keras – keras. Program yang berdasarkan jaring-jaring neuron, jaringan neural berisi lapisan tersembunyi yang berkorespondensi dengan interneuron.


REFERENSI : 










jbptunikompp-gdl-enjelwijay-22502-2-unikom_e-i.pdf


 
 
 
 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar