Minggu, 21 Oktober 2012

SASD dan DASD

Ratih Ayu Widyasih / 1A512082 / 4PA05

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.

Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
  • Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta
  • Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)yang terjadi
  • Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi
  • intinya data itu adalah suatu fakta-fakta tertentu sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dalam menarik suatu keputusan


Main memory di dalam alat pemroses merupakan simpanan yang kapasitasnya tidak terlalu besar dan umumnya bersifat volatile. Pada masa yang lalu data komputer disimpan di punched card, paper tape atau magnetic tape. Simpanan tersebut ukurannya relatip sangat besar, tetapi kapasitasnya kecil dan akses data biasanya lambat dan kurang efisien.

Pada tahun 1950, magnetic tape dikembangkan dan disempurnakan sehingga mampu menyimpan informasi dalam jumlah yang lebih besar. Pada tahun 1960, magnetic disk dikembangkan dengan kapasitas yang besar pula. Sekitar tahun 1980 telah dikembangkan optical disk dengan kapasitas yang lebih padat.

Simpanan luar dapat digolongkan menjadi :
1.    Direct Access Storage Device (DASD), yaitu alat simpanan pemasupan langsung.
2.    Sequential Access Storage Device (SASD), yaitu alat simpanan pemasupan urut.
 


FILE
File adalah kumpulan dari record-record yang berhubungan dalam satu kesatuan. Record adalah kumpulan dari field-field yang berhubungan dalam satu kesatuan.
Field adalah kumpulan dari karakter-karakter dalam satu kesatuan yang mencerminkan satu item data tertentu.


SEQUENTIAL ACCESS STORAGE DEVICE (SASD)
1.    Kartu Plong
Kartu plong atau kartu pons (punched card) dikembangkan tahun 1887 oleh Prof. Dr. Herman Hollerith dan digunakan pertama kali untuk memproses sensus di Amerika Serikat tahun 1890. Kartu plong ini disebut dengan 80-column punched card dan merupakan kartu untuk komputer yang paling tua. Kartu plong 80 kolom disebut juga dengan nama standard card atau hollerith card.

Karakter yang direkam untuk tiap kolom dilakukan dengan cara melubangi (mengeplong) baris-baris tertentu sesuai dengan kode yang dipergunakan yaitu Hollerith Code. Sekitar tahun 1960, IBM memperkenalkan komputer IBM System/3 menggunakan kartu plong yang berbeda dengan kartu plong yang disebut 96-column punched card (kartu plong 96 kolom).


2.    Pita Kertas
Paper Tape (pita kertas) merupakan lembaran kertas menerus yang umumnya mempunyai ukuran lebar 1 inci atau 7/8 inci. Karakter direkam di pita kertas dengan cara melubanginya.

Data direkamkan pada pita kertas dengan menggunakan alat pengeplongan pita kertas yang dihubungkan dengan komputer atau mesin-mesin khusus lainnya. Data yang terekam di pita kertas dapat dibacakan kembali ke komputer melalui pembaca pita kertas.
 
3.    Pita Magnetik
Banyak digunakan sebagai simpanan luar sejak sekitar tahun 1950 di komputer UNIVAC. Pita magnetik dibuat dari pita plastik tipis yang dilapisi dengan lapisan magnet iron-oxide berwarna merah kecoklatan.

Pita magnetik yang berbentuk reel-to-reel tape banyak digunakan untuk komputer-komputer besar sedang yang berbentuk cartridge tape banyak digunakan untuk komputer mini dan yang berbentuk cassette banyak digunakan untuk komputer mikro.





DIRECT ACCESS STORAGE DEVICE (DASD)
Jenis penyimpanan ini digunakan pertama kali di sistem komputer RAMAC 305 tahun 1956.    
     1.    Magnetic Disk
Simpanan luar yang terbuat dari satu atau lebih piringan yang bentuknya seperti piringan hitam yang terbuat dari metal atau plastik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan magnet iron-oxide. 
2.    Hard Card 
Mulai dikenalkan untuk komputer mikro yaitu berupa memori didalam  suatu card bersama-sama dengan controller-nya. Hard card dapat dipasang di salah satu slot di komputer mikro. Hard Card disebut juga dengan nama file-card, karena file tersimpan di card. 
3.    Tape Strip Cartridge 
Merupakan gabungan dari pita magnetik dengan disk magnetik. IBM menyebut tape strip cartridge dengan istilah mass storage systems. Misalnya IBM 3850  menggunakan suatu strip pita magnetik yang panjangnya 770 inci dengan lebar 3 inci. Masing-masing  strip pita magnetik digulung dan disimpan di suatu silinder cartridge berdiameter 2 inci dan panjangnya 4 inci.

     Tiap-tiap cartridge dapat menyimpan data sampai 50 juta byte dan diletakkan pada suatu tempat berbentuk sel-sel yang menyerupai rumah lebah madu (honeycomb). Tiap-tiap sel digunakan untuk menempatkan sebuah cartridge dan diambil dengan menggunakan alat lengan elektromekanik dengan waktu antara 4 – 8 detik. Informasi didalamnya dibaca dan dipindahkan ke disk magnetik untuk diproses. 
 4.    Optical Disk 
Alat ini telah diteliti pada tahun 1960 oleh Stanford Ovshinsky. Tahun 1980 telah dilakukan percobaan oleh North America Philips yang kemudian dihasilkan optical disk system yang didasarkan pada video disk 12  inci.
Data dapat disimpan pada optical disk yang mempunyai 40000 track dan 132 sector tiap sisinya yang mampu merekam data sebesar 1 milyar karakter. Optical disk sedang dikembangkan untuk dapat menyimpan data lebih dari 12,5 milyar byte per sisinya.
      Data direkam di optical disk dengan cara membakar titik-titik kecil di lapisan permukaan disk dengan sinar laser. Karena perekaman data dengan cara pembakaran, maka optical disk tidak dapat dihapus dan tidak dapat digunakan ulang. Perusahaan Matsushita di Jepang tahun 1983 telah berhasil mengembangkan optical disk yang dapat dihapus kembali dan di tulis ulang.
5.    Magnetic Drum 
      Terbuat dari suatu drum silinder yang permukaannya dilapisi dengan zat magnetik. Permukaan dari drum tersebut dibagi ke dalam beberapa track. Masing-masing track mempunyai satu atau lebih read/write head.
      Magnetik drum sifatnya sama dengan fixed disk, yaitu tidak dapat dilepas dan diganti unitnya. Waktu pemasukan dari magnetic drum lebih cepat dibandingkan magnetic disk tetapi sekarang sudah jarang dipakai.
 6.    Magnetic Bubble Memory 
Pertama kali diteliti pada tahun 1970. Disebut juga magnetic bubble storage dirancang dan dikembangkan dari chip IC. Alat ini bekerja dengan prinsip medan magnet. Jika suatu medan magnet didekatkan ke chip, beberapa area di chip akan menegang dan yang lainnya mengendur. Kalau dilihat dari mikroskop elektron, area ini akan seperti gelembung (bubble).

Batch Processing 
Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
Contoh dari penggunaan batch processing adalah e-mail dan transaksi batch processing. Dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem secara periodik. Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file yang berkaitan.




   


Real Time Processing
Sistem realtime adalah suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan 
komputer berespon cepat pada status sistem fisik. Sistem realtime adalah bentuk khusus dari
sistemonline.




Referensi
  1. ^ Vardiansyah, Dani. Filsafat Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Indeks, Jakarta 2008. Hal.3
  2.  maria.staff.jak-stik.ac.id/files/materi-kuliah[5].doc
  3.  http://beritati.blogspot.com/2010/11/batch-processing-and-online-processing.html
  4.  http://www.scribd.com/doc/58193349/Perbedaan-Batch-Dan-Real-Time
  5.  http://fiant-gunadarma.blogspot.com/2011/11/pemrosesan-data.html
  6.  http://yayai-ngakak.blogspot.com/2011/11/pemrosesan-data-batchdata-onlinesystem.html
  7.  http://ichnurezha.wordpress.com/2011/03/04/perbedaan-batch-processing-dan-online-processing/
  8.  http://digital-gamer-xyz.blogspot.com/2011/11/pemrosesan-data-batch-processing-online.html#axzz29SxbR8iO
  9.  http://blog.ub.ac.id/setyaki/2010/12/09/batch-processing/
  10.  http://en.wikipedia.org/wiki/Batch_processing
  11.  http://aqwam.staff.jak-stik.ac.id/files/15.-sistem-basis-data.pdf
  12.  http://fauzanrahadi.blogspot.com/2011/11/pengertian-pemrosesan-data-real-time.html
  13.  http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/tentang-struktur-dan-organisasi-data/
  14.  http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120129044418AAlO04O
  15.  http://totoharyanto.staff.ipb.ac.id/files/2011/09/SI_PemrosesenTransaksi_Kelompok_1.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar